Ketua PB FORKI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahyanto. foto: PON Bela Diri Kudus 2025
KUDUS — Cabang olahraga karate resmi membuka
rangkaian pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 pada Kamis
(23/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus. Selama tiga hari pelaksanaan, hingga
Sabtu (25/10), sebanyak 242 karateka dari 34 provinsi di Indonesia akan
bersaing memperebutkan total 60 medali dalam ajang multi-cabang bela diri
tersebut.
Technical Delegate karate, Djafar Djantang, mengungkapkan bahwa
mayoritas peserta merupakan atlet berpengalaman. Sekitar 75 persen dari mereka
telah terbiasa bertanding di tingkat nasional maupun internasional. Kondisi ini
membuat atmosfer kompetisi sejak hari pertama berlangsung ketat dan penuh
kualitas.
“Saya melihat di sini proses estafet regenerasi karate berlangsung.
Meski ada yang belum pernah juara, mereka punya potensi besar,” ujar Djafar.
Djafar menilai ajang yang berlangsung pada 12–26 Oktober ini memiliki
nilai strategis bagi pembinaan karate nasional. Selain menjadi wadah adu
prestasi, PON Bela Diri juga menjadi ruang penting untuk melahirkan generasi
penerus dan menemukan bibit unggul masa depan karate Indonesia.
Secara keseluruhan, terdapat 15 nomor pertandingan—delapan kategori
putra dan tujuh kategori putri—yang terdiri atas nomor kata (perorangan dan
beregu) serta kumite di berbagai kelas berat badan. Setiap harinya digelar lima
kelas pertandingan, dengan final dan penyerahan medali diadakan pada sore hari.
Djafar juga menyoroti kehadiran beberapa nama besar, termasuk atlet
pelatnas Ahmad Zigi Zaresta Yuda yang turun di nomor kata. Namun, sejumlah
atlet nasional lain absen karena masih dalam masa pemulihan cedera usai tampil
di turnamen internasional.
Ia turut memberikan apresiasi kepada KONI Pusat dan panitia
penyelenggara yang telah menyediakan panggung kompetitif bagi para karateka
nasional. Menurutnya, ajang seperti ini sangat penting untuk menambah jam
terbang serta menjaga kesinambungan pembinaan karate Indonesia.
“Ini bukan hanya lomba, tapi proses pembelajaran dan latihan intensif
menuju prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya.
Partisipasi 34 Provinsi
Ketua Umum PB Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI), Marsekal
TNI (Purn) Hadi Tjahyanto, turut hadir membuka pertandingan cabang karate. Ia
menyebut, partisipasi 34 provinsi menjadi bukti nyata komitmen Djarum
Foundation dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga nasional, khususnya
karate di bawah naungan PB FORKI.
“Saya yakin atlet-atlet yang dikirim merupakan yang terbaik dari
masing-masing provinsi, hasil seleksi dan pemusatan latihan yang matang. Event
ini akan menghasilkan atlet-atlet teruji,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, PON Bela Diri 2025 menjadi momentum penting untuk
menampilkan bibit-bibit potensial sekaligus mempertemukan para pelatih terbaik
dari seluruh Indonesia. Ia optimistis ajang ini akan menjadi sarana regenerasi
yang kuat bagi tim nasional karate.
“Ajang ini adalah wadah untuk menemukan calon atlet tim nasional yang
akan menjadi aset berharga di tingkat internasional,” pungkasnya.
Ali Bustomi SB